(Yogyakarta, 15/04/2026) — Arus digital yang kian deras telah menggeser cara seni pertunjukan diproduksi, disebarkan, sekaligus diapresiasi. Perubahan ini menghadirkan tantangan baru bagi para pelaku seni tradisi untuk tetap relevan tanpa kehilangan jati diri. Dalam konteks itulah, sosok Yati Pesek hadir sebagai pengingat bahwa menjadi seniman adalah proses panjang yang menuntut kesediaan untuk terus belajar dan beradaptasi. Gagasan tersebut mengemuka dalam sarasehan bertajuk “Dagelan Putri Tiga Generasi: Bukti Kemampuan Diri atau Sekadar Emansipasi?” yang diselenggarakan oleh Taman Budaya Yogyakarta (TBY) di Ruang Seminar, Rabu (15/04).

Forum ini mempertemukan lintas gener...