Ketentuan Sewa Gedung

 

  1. Sudah memahami Prosedur Penggunaan Gedung di Taman Budaya Yogyakarta (perihal ketentuan, fasilitas yang diperoleh, alur peminjaman, tata tertib dan biaya) sesuai gedung yang digunakan. Prosedur bisa diakses melalui link http://bit.ly/InformasiGedungTBY.
  2. Sanggup memenuhi prosedur penggunaan gedung, baik administrasi lewat kantor maupun teknis yang berhubungan dengan pelaksanaan kegiatan.
  3. Kegiatan yang dilaksanakan adalah kegiatan seni dan budaya, tidak bersifat SARA (suku, agama, ras dan antar golongan), tidak berkenaan dengan perayaan keagamaan atau ibadah lintas agama, tidak untuk kepentingan kampanye politik praktis termasuk pertunjukan teater untuk merayakan pimpinan partai yang sifatnya kalangan sendiri.
  4. Fasilitas yang disediakan sesuai dengan gedung yang digunakan oleh kegiatan. Jika ada kekurangan, pelaksana kegiatan diperbolehkan membawa tambahan sendiri/ vendor dan menginformasikan pada pihak Taman Budaya Yogyakarta.
  5. Pemohon mengajukan pemesanan/ reservasi gedung (Concert Hall, Societeit Militaire, Ruang Pameran, Amphteater, Panggung Rigging, dan Ruang Seminar) secara online maupun datang lansung ke Ruang Pelayanan melalui website tby.jogjaprov.go.id pada menu Reservasi (Data Gedung).
  6. Dalam Penulisan Proposal harap menyampaikan konsep kegiatan, bentuk acara, pengisi acara, sasaran penonton/pengunjung, merancangkan anggaran produksi, penjualan tiket, jenis sponsor dan tenant (jika ada), susunan panitia, rundown kegiatan.
  7. Pemohon membuat dan mengurus sendiri surat izin keramaian ke Polsek Gondomanan diusahakan 2 minggu sebelum kegiatan. Bila kegiatan skala nasional/ mengundang bintang tamu, pemberitahuan kegiatan sampai Polresta maks H-2 minggu sebelum acara.
  8. Biaya penggunaan gedung sesuai Pergub DIY Nomor 3 Tahun 2024 Tentang Perubahan Tarif Retribusi dan Perda DIY Nomor 11 Tahun 2023 Tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.
  9. Apabila dalam proses pelaksanaan kegiatan ternyata ditemukan hal yang bersifat SARA (suku, agama, ras dan antar golongan), berkenaan dengan perayaan keagamaan atau ibadah lintas agama, untuk kepentingan kampanye politik praktis termasuk pertunjukan teater untuk merayakan pimpinan partai yang sifatnya kalangan sendiri, maka pihak Taman Budaya dapat mengambil kebijakan khusus atau membatalkan penyewaan gedung secara sepihak.
  10. Mentaati tata tertib dan prosedur penggunaan gedung di Taman Budaya Yogyakarta serta bersedia dimonitor oleh Taman Budaya Yogyakarta.
  11. Segala sesuatu yang terjadi dalam kegiatan menjadi tanggung jawab penyelenggara kegiatan termasuk kehilangan barang milik pemakai gedung bukan menjadi tanggung jawab dari Taman Budaya Yogyakarta.
  12. Apabila terjadi hal-hal diluar jangkauan manusia (Fosce major), termasuk terputusnya aliran listrik dari PLN/ Genset, di luar tanggung jawab Taman Budaya Yogyakarta.
  13. Perihal stand/ tenant jual beli dan workshop

 a.    Untuk kegiatan kategori Komersial di gedung Concert Hall, Societeit Militaire dan Ruang Pameran diperbolehkan ada stand/ tenant jual beli, sponsor dan kerjasama, termasuk stand UKM/ UMKM di lobi gedung dengan ketentuan;

1.   Maksimal 10 stand/ tenant
2.   Disarankan stand berupa barang/ merchandise
3.   Jika stand makanan/minuman, harus sudah kemasan (tidak dimasak/ dibuat/diracik di tempat) maks 3 stand/ tenant, sedang 7 yang lain berupa barang
4.   Tempat menyesuaikan lobi gedung
5.   Menjaga kebersihan tempat stand
6.   TBY tidak menyediakan perlengkapan untuk stand/ tenant

b.      Untuk kegiatan di gedung Amphteater, Panggung Terbuka, Seminar dan kegiatan kategori non komersial tidak diperbolehkan ada penjualan tiket, tidak boleh ada stand/ tenant jual beli, tidak boleh ada sponsor dan kerjasama.

c.    Jika dalam rangkaian kegiatan akan ada workshop berbayar, maka diperbolehkan untuk kegiatan kategori komersial di gedung Concert Hall, Societeit Militaire dan Ruang Pameran. Sedang kegiatan di gedung Amphteater, Panggung Terbuka, Seminar dan kegiatan kategori non komersial tidak diperbolehkan ada workshop berbayar.