(Yogyakarta, 04/03/2026) — Upaya pelestarian arsip seni terus dilakukan oleh Taman Budaya Yogyakarta (TBY). Pada Rabu, 4 Maret 2026, jajaran pimpinan TBY bersama tim terkait melakukan penyeleksian koleksi kaset VHS yang tersimpan di arsip Perpustakaan TBY untuk dialihmediakan ke format digital.

Kegiatan ini melibatkan Kepala TBY, Kepala Seksi Dokumentasi dan Informasi TBY, serta Kepala Seksi Penyajian dan Pengembangan Seni Budaya TBY. Dalam proses tersebut, mereka meninjau langsung sejumlah kaset VHS untuk menentukan koleksi mana saja yang memiliki nilai dokumentasi penting dan diprioritaskan dalam proses digitalisasi.

Kaset-kaset VHS yang diseleksi merupakan rekaman dokumentasi berbagai peristiwa seni yang berlangsung sejak era 1980-an hingga awal 2000-an. Di antaranya dokumentasi festival tari, pagelaran ketoprak, pertunjukan karawitan, hingga kegiatan seni rupa dan diskusi kebudayaan yang pernah digelar di Yogyakarta.

Beberapa arsip yang tercatat di antaranya dokumentasi Festival Karya Tari Nusantara Tingkat Nasional 1994, rangkaian kegiatan Festival Kesenian Yogyakarta tahun 1995, Pagelaran Musik Kontemporer (1997), Pagelaran Eksperimentasi Tari (1994), hingga diskusi pameran Biennale Yogyakarta tahun 2003. Selain itu, terdapat pula dokumentasi pertunjukan wayang yang dibawakan oleh dalang Ki Seno Nugroho pada tahun 2006.

Program digitalisasi arsip audiovisual ini telah dilakukan secara bertahap oleh Taman Budaya Yogyakarta sejak tahun 2024. Setiap tahunnya, sebanyak 15 kaset VHS dipilih untuk dialihmediakan ke format digital guna menjaga keberlanjutan penyimpanan arsip.

Pada tahun 2024 dan 2025, masing-masing sebanyak 15 kaset VHS telah berhasil didigitalisasi. Sementara pada tahun 2026 ini, kembali sebanyak 15 kaset VHS dipersiapkan untuk melalui proses seleksi dan digitalisasi.

Kaset VHS yang diprioritaskan untuk digitalisasi pada tahun 2026 memuat dokumentasi berbagai peristiwa seni yang berlangsung pada era 1990-an. Beberapa di antaranya adalah Pagelaran Pembacaan Puisi (1994), Monolog Jawa dan Ketoprak Garapan (1992), Festival Karya Tari Tunggal (1995), serta rangkaian Pekan Temu Budaya 1997 yang mencakup Festival Tari Topeng, Parade Tari Khas Daerah, hingga Parade Baca Puisi Nusantara. Selain itu terdapat pula dokumentasi Pagelaran Musik Kontemporer (1997), Eksperimentasi Wayang Kancil Tiga Dalang (1994), komposisi karawitan karya Otok Bima Sidarta (1994), serta rekonstruksi kesenian tradisional seperti Langen Tayub (1990) dan Montro (1990).

Dokumentasi tersebut menjadi bagian penting dari jejak dinamika seni pertunjukan dan kebudayaan yang pernah berlangsung di lingkungan Taman Budaya Yogyakarta maupun wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta pada dekade 1990-an.

Langkah ini menjadi penting mengingat media kaset VHS merupakan teknologi analog yang rentan mengalami kerusakan fisik seiring waktu. Melalui proses alih media ke format digital, arsip-arsip tersebut diharapkan dapat tersimpan lebih aman sekaligus lebih mudah diakses sebagai sumber dokumentasi dan penelitian seni budaya.

Melalui upaya ini, Taman Budaya Yogyakarta berkomitmen menjaga jejak sejarah perkembangan seni di Yogyakarta agar tetap terawat dan dapat menjadi sumber pengetahuan bagi generasi mendatang.