(Yogyakarta, 2/04/2026) — Lomba Line Dance dalam rangka Hari Jadi ke-271 Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) digelar dengan konsep berbeda yang menyesuaikan perkembangan era digital. Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Daerah DIY mengikuti kompetisi ini dengan mengirimkan video penampilan berdurasi maksimal dua menit.

Format berbasis video ini memberikan ruang baru bagi peserta untuk menampilkan kreativitas secara lebih luas. Tidak hanya menonjolkan kekompakan gerak, setiap OPD juga menghadirkan konsep visual yang menarik melalui pengambilan gambar, editing, hingga penguatan identitas instansi masing-masing. Hasilnya, setiap karya yang dikirimkan tidak sekadar menjadi bahan penilaian lomba, tetapi juga menjadi medium ekspresi yang komunikatif dan inspiratif.

Dalam setiap penampilan, peserta menampilkan koreografi line dance yang dinamis dan selaras dengan musik yang digunakan. Salah satu elemen penting dalam lomba ini adalah penggunaan Mars Pemda DIY, yang diaransemen ulang menjadi lebih modern dan energik. Aransemen tersebut tetap mempertahankan melodi utama, namun dipadukan dengan ritme yang lebih dinamis sehingga mampu mendukung koreografi dan membangun suasana yang lebih hidup.

Meskipun tidak digelar secara tatap muka, atmosfer kompetisi tetap terasa kuat melalui energi positif yang terpancar dari setiap video. Kekompakan tim, kreativitas gerak, serta keselarasan antara visual dan musik menjadi poin penting dalam penilaian.

Lomba ini mengusung tema “Mulat Sarira, Jumangkah Jatraning Laku”, yang bermakna bermawas diri serta melangkah dalam dinamika perjuangan. Tema tersebut menjadi landasan nilai dalam setiap gerakan yang ditampilkan, sekaligus merefleksikan pentingnya kolaborasi, kreativitas, dan semangat adaptif dalam menghadapi perubahan zaman.

Dari seluruh karya yang masuk, Dinas Kebudayaan DIY berhasil meraih juara pertama dengan penampilan yang dinilai paling solid, inovatif, serta mampu menghadirkan energi positif secara konsisten. Keberhasilan ini menunjukkan kekuatan kolaborasi tim serta kemampuan dalam mengemas pertunjukan yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki pesan yang kuat.

Sementara itu, posisi kedua diraih oleh Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga, disusul Dinas Komunikasi dan Informatika di peringkat ketiga. Ketiga pemenang tersebut dinilai mampu menghadirkan keseimbangan antara teknik, kreativitas, dan kekompakan dalam setiap gerakan.

Lomba Line Dance ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Hari Jadi ke-271 DIY yang telah dimulai sejak Februari dan akan berlangsung hingga April 2026. Selain lomba ini, berbagai kegiatan lain juga digelar untuk memeriahkan peringatan, di antaranya sayembara desain logo, ziarah, peluncuran logo, lomba paduan suara Mars Pemda DIY, lomba busana tradisional Yogyakarta, hingga gerakan penanaman pohon di setiap kalurahan.

Melalui pendekatan digital yang inklusif, lomba ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan antar-OPD. Di sisi lain, kegiatan ini menunjukkan bahwa kreativitas dan nilai kebudayaan dapat terus berkembang dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Dengan semangat yang diusung, Lomba Line Dance HUT ke-271 DIY menjadi bukti bahwa kolaborasi dan inovasi mampu menghadirkan energi positif yang menyatukan, sekaligus memperkuat identitas budaya di tengah dinamika zaman.