(Yogyakarta, 21/07/2026) - Suara keprak dan sabetan wayang kembali menggema di Gedung Societet Militair, Taman Budaya Yogyakarta (TBY), menandai dibukanya Festival Dalang Anak dan Remaja DIY 2026 yang mengusung tema "Mengukir Prestasi, Menjunjung Tradisi". Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Selasa (21/7) ini akan berlangsung hingga 24 Juli 2026.

Festival tahunan tersebut menjadi panggung kompetisi bagi para dalang anak dan remaja terbaik dari seluruh DIY, sekaligus ruang pembinaan untuk melestarikan seni pedalangan Wayang Kulit Purwa dan Wayang Golek Menak. Melalui penyelenggaraan ini, kekayaan seni budaya Jawa diharapkan terus hidup dan berkembang di tangan generasi penerus sehingga tetap relevan di tengah perkembangan zaman.

Unjuk Ketangkasan Dalang Muda dan Dewan Juri Berpengalaman

Festival ini mempertemukan para dalang muda perwakilan lima kabupaten/kota di DIY, yakni Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul, Kabupaten Kulon Progo, dan Kabupaten Gunungkidul. Mereka menampilkan kemampuan terbaik dalam mengolah cerita, memainkan wayang, serta menghidupkan karakter di atas panggung.

Penilaian tidak hanya berfokus pada keterampilan memainkan wayang, tetapi juga mencakup keutuhan alur cerita, ketepatan teknik keprak dan dodogan, kejelasan narasi, penguasaan vokal setiap tokoh, hingga keselarasan sabetan dengan iringan karawitan serta dinamika pertunjukan secara keseluruhan.

Pada kategori Wayang Kulit Purwa, penampilan peserta Kategori Anak dinilai oleh Ki Bayu Aji Nugroho, M.Sn., Ki Utoro Widayanto, dan Aneng Kiswantoro, M.Sn. Sementara itu, Kategori Remaja dinilai oleh Udreka, S.Sn., M.Sn., Edy Suwondo, dan Ki Albertus Juang Perkasa.

Adapun pada kategori Wayang Golek Menak, Kategori Anak dinilai oleh Ki Fani Rickyansyah, M.Sn., Eko Purnomo Teguh Wibowo, dan Ki R. Yuwono, S.Kar. Sementara Kategori Remaja dinilai oleh Dr. Dewanto Sukistono, S.Sn., M.Sn., Ki Faizal Noor Singgih, S.TP., serta Indra Tranggono.

Komitmen Pembinaan dan Penyeragaman Lakon

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY, Dian Lakshmi Pratiwi, S.S., M.A., menegaskan bahwa sinergi antara Pemerintah Daerah DIY dan Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI) menjadi kunci dalam membina regenerasi dalang muda.

"Setiap tahun Dinas Kebudayaan konsisten dan selalu berkomitmen untuk bermitra dengan PEPADI DIY maupun PEPADI Kabupaten/Kota. Harapannya, proses pembinaan ini terlaksana dengan baik sehingga mampu membawa nama baik DIY di tingkat nasional melalui Festival Dalang Anak dan Remaja Tingkat Nasional," ujar Dian.

Dian menjelaskan bahwa penyelenggaraan tahun 2026 menghadirkan pembaruan dalam petunjuk teknis dibandingkan tahun sebelumnya. Seluruh peserta kini diwajibkan membawakan lakon yang telah ditentukan sehingga memiliki standar penilaian yang sama.

Untuk Wayang Kulit Purwa, peserta Kategori Anak membawakan lakon Jaka Pengalasan, sedangkan Kategori Remaja memainkan lakon Sugriwa Subali. Sementara itu, pada kategori Wayang Golek Menak, peserta Kategori Anak membawakan lakon Iman Suwangsa Takon Bapa, sedangkan Kategori Remaja memainkan lakon Adaninggar Kelaswara.

Lebih lanjut, Dian mengingatkan para peserta agar tidak menjadikan kemenangan sebagai satu-satunya tujuan. Menurutnya, seluruh dalang yang berhasil tampil di tingkat provinsi telah menunjukkan capaian yang patut dibanggakan.

"Semua yang sudah hadir pada festival ini adalah yang terbaik. Jadi tidak perlu terlalu cemas dengan menang dan kalah," tuturnya.

Pemukulan Kenong Japan Tandai Dimulainya Festival

Festival secara resmi dibuka melalui prosesi simbolis pemukulan kenong japan. Dentuman bunyi kenong disambut tepuk tangan meriah dari para hadirin sebagai penanda dimulainya rangkaian pertunjukan Wayang Kulit Purwa dan Wayang Golek Menak yang akan berlangsung selama empat hari.

Penampilan perdana dibawakan oleh kontingen Kabupaten Sleman melalui dalang muda Risang Aditya Pratama pada kategori Wayang Kulit Purwa. Penampilan tersebut menjadi pembuka sekaligus menandai dimulainya persaingan antardalang muda terbaik dari seluruh Daerah Istimewa Yogyakarta.

Menyiapkan Generasi Dalang Masa Depan

Salah satu dewan juri, Ki Albertus Juang Perkasa, menyampaikan harapannya agar festival ini mampu melahirkan dalang-dalang muda yang berkualitas dan siap mewakili DIY di tingkat nasional.

"Harapannya, melalui ajang festival ini akan tersaring dalang-dalang yang mumpuni dalam bidang seni pedalangan untuk didelegasikan mengikuti Festival Dalang Anak Nasional di Jakarta. Selain itu, festival ini diharapkan dapat semakin mendukung upaya pemajuan kebudayaan di Daerah Istimewa Yogyakarta," ujarnya.

Senada dengan itu, Ki Bayu Aji Nugroho menilai bahwa festival ini merupakan momentum penting untuk memperluas edukasi seni pedalangan kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Ia berharap semakin banyak anak-anak yang tertarik mempelajari seni pedalangan sehingga regenerasi dalang di Yogyakarta terus berlanjut dan semakin kuat pada masa mendatang.

Festival Dalang Anak dan Remaja DIY 2026 menjadi bukti bahwa denyut kehidupan seni tradisi di Yogyakarta tetap tumbuh dan berkembang. Di atas panggung, para dalang muda tidak hanya menampilkan keterampilan memainkan wayang, tetapi juga menunjukkan semangat untuk merawat warisan budaya leluhur. Melalui komitmen pembinaan yang berkelanjutan dan ruang apresiasi seperti festival ini, Yogyakarta terus meneguhkan posisinya sebagai salah satu pusat regenerasi seni pedalangan di Indonesia.