(Yogyakarta, 1/02/2026) - Mengawali awal tahun 2026, Taman Budaya Yogyakarta (TBY) membuka rangkaian kegiatannya melalui program Art For Children (AFC) TBY 2026. Program pembelajaran seni bagi anak ini resmi dimulai pada Minggu, 1 Februari 2026, ditandai dengan penuhnya Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta sejak pagi hari.
Ratusan anak bersama orang tua mereka memadati area TBY untuk mengikuti pembukaan AFC TBY 2026. Kehadiran mereka menjadi penanda dimulainya proses pembelajaran seni yang akan berlangsung selama satu tahun ke depan. Sejak pagi, suasana antusias tampak di berbagai sudut lokasi, memperlihatkan besarnya minat masyarakat terhadap pendidikan seni bagi anak.
Tingginya antusiasme tersebut tercermin dari jumlah pendaftar AFC TBY 2026 yang mencapai 1.981 anak. Melalui proses seleksi yang dilakukan oleh tim pengampu, sebanyak 954 anak dinyatakan diterima dan siap mengikuti pembelajaran seni di 12 cabang seni yang diselenggarakan. Program ini dirancang sebagai ruang bermain dan belajar yang mendorong anak mengenal seni secara menyenangkan dan berkelanjutan.

Kepala Taman Budaya Yogyakarta, Dra. Purwiati, menyampaikan bahwa Art For Children merupakan bagian penting dari upaya TBY dalam membangun ekosistem kesenian sejak usia dini.
“Art For Children bukan hanya tempat anak belajar teknik seni, tetapi ruang tumbuh. Anak-anak belajar berproses, mengenal potensi diri, berani berekspresi, dan membangun karakter melalui kesenian,” ujar Purwiati.
Menurutnya, pendidikan seni memiliki peran strategis dalam membentuk kepekaan rasa, kedisiplinan, serta kepercayaan diri anak. Oleh karena itu, AFC TBY dirancang sebagai ruang belajar yang aman, inklusif, dan berorientasi pada proses, bukan semata-mata hasil akhir.
Selama satu tahun ke depan, AFC TBY 2026 akan menjadi ruang interaksi kreatif antara anak, pengampu, dan orang tua. Setiap cabang seni menghadirkan pendekatan pembelajaran yang disesuaikan dengan usia dan kebutuhan anak, sehingga proses berkesenian dapat berjalan secara optimal.
Salah satu pengampu AFC, Nur Rohmad, yang membimbing kelas seni batik, menjelaskan bahwa pembelajaran batik bagi anak tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis, tetapi juga pada pembentukan sikap.
“Art For Children ini kami pandang sebagai ruang bagi anak-anak untuk bermain, belajar, dan berinteraksi di berbagai bidang, termasuk seni batik. Di sini anak tidak hanya diajari teknik, tetapi diberi ruang untuk berekspresi, berproses, dan saling berinteraksi satu sama lain,” ujar Nur Rohmad, pengampu AFC Batik.

Ia menambahkan, seni batik juga menjadi sarana pengenalan budaya lokal kepada anak sejak dini. Dengan pendekatan yang menyenangkan, anak diajak mengenal dan mencintai warisan budaya tanpa merasa terbebani.
Dari sisi orang tua, AFC TBY dipandang sebagai ruang belajar yang memiliki dampak positif bagi perkembangan mental dan sosial anak. Andi, salah satu wali murid yang anaknya mengikuti kelas AFC Tari Kreasi Baru, mengungkapkan bahwa program ini memberikan pengalaman berharga bagi anaknya.
“Anak saya jadi lebih percaya diri dan berani tampil. Di AFC ini anak tidak hanya belajar menari, tapi juga belajar disiplin, bekerja sama, dan berani mencoba hal baru,” ujar Andi.
Ia berharap, pengalaman berkesenian di AFC TBY dapat menjadi bekal penting bagi anak dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan, baik di dunia seni maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Antusiasme yang terbangun sejak hari pembukaan Art For Children TBY 2026 menjadi penanda kuat bahwa seni tetap memiliki tempat penting dalam proses tumbuh kembang anak. Lebih dari sekadar program pembelajaran, AFC TBY hadir sebagai ruang pembentukan karakter dan keberlanjutan budaya, memastikan nilai-nilai kesenian terus hidup di generasi mendatang.