(Yogyakarta, 16/07/2026) - Menyusul rampungnya proses seleksi Audisi Paduan Suara Gita Bahana Nusantara (GBN) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) 2026, empat peserta terbaik kini tengah menjalani pemusatan latihan di Ruang Seminar, Taman Budaya Yogyakarta (TBY). Memasuki hari kedua jalannya latihan, peninjauan langsung ke lokasi pada Kamis (16/07) kemarin menunjukkan bahwa program ini dirancang secara matang untuk membekali para delegasi sopran, alto, tenor, dan bas. Persiapan tersebut mencakup penyelarasan teknik vokal, pembacaan notasi (primavista), hingga pembangunan mental serta kematangan berpadu suara sebelum didelegasikan ke tingkat nasional di Jakarta.

Pembekalan ini menjadi modal utama bagi keempat delegasi agar siap berkolaborasi dengan ratusan talenta muda lainnya dari seluruh penjuru Indonesia. Nantinya, mereka akan bergabung dalam tim paduan suara nasional yang akan tampil pada momen penting upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka. Kehadiran empat putra-putri terbaik daerah ini di tingkat nasional bukan sekadar membawa suara emas mereka, melainkan juga memanggul nama baik, identitas budaya, dan semangat persatuan dari Daerah Istimewa Yogyakarta.
Tantangan Aransemen Empat Suara
Dalam sesi latihan, Instruktur Yulius menanamkan materi strategis demi membentuk fondasi paduan suara yang solid. Di sini, para peserta langsung ditantang untuk membaca sekaligus menyanyikan lagu wajib nasional Hari Merdeka karya H. Mutahar. Lagu tersebut tidak dinyanyikan secara satu suara seperti biasa, melainkan disajikan dalam format megah empat suara campuran, sopran, alto, tenor, dan bas.
“Materi yang kami berikan berupa pengenalan lagu-lagu yang pada umumnya disiapkan dan akan dinyanyikan di dalam pemusatan latihan, yaitu lagu Hari Merdeka dalam empat suara. Lagu ini merupakan karya H. Mutahar yang diaransemen khusus oleh Singgih Sanjaya,” ujar Yulius.
Selain lagu wajib, Yulius juga mengajak para peserta bernostalgia sekaligus menantang mereka untuk membawakan ulang medley lagu yang sempat menggetarkan Upacara HUT RI 17 Agustus pada tahun 2025 lalu.
Fokus Teknik Vokal & Pembacaan Not
Di balik kemegahan materi lagu tersebut, Yulius menegaskan bahwa fokus utama dalam latihan ini adalah mengasah kemampuan peserta untuk membaca notasi secara langsung dan sigap. Selain itu, aspek teknis seperti kerja sama kelompok dan penyatuan warna suara juga menjadi sorotan penting.

“Karena ini peruntukannya untuk paduan suara, jadi kemampuan membaca notasi secara langsung atau primavista itulah yang saya tekankan. Bagaimana ketika bernyanyi dalam kelompok, apa yang mesti dilakukan secara sigap, lalu memahami teknik-teknik vokal, bagaimana menyamakan atau menyatukan timbre antara kelompok suara,” jelas Yulius.
Berkat pendekatan materi yang matang serta antusiasme tinggi dari para peserta, proses latihan intensif ini berjalan dengan lancar dan dinamis . Antusiasme tinggi pun terpancar jelas dari raut wajah para peserta. Mereka mengaku sangat senang sekaligus menikmati setiap proses dinamika olah vokal yang diberikan, yang tidak hanya mengasah kemampuan teknis tetapi juga membangun kedekatan emosional antaranggota paduan suara.
Tantangan Peserta & Dukungan Dinas Kebudayaan DIY
Pengalaman mendalam ini juga membawa cerita tersendiri bagi para peserta. Salah satunya, Jenn Disty Avalon mengungkapkan bahwa ada beberapa catatan teknis dan fisik yang menjadi fokus utamanya selama dua hari sesi latihan berjalan. “Tantangan aku selama dua hari latihan ini mungkin lebih ke power-nya harus ditekan lagi, teknik dalam bernyanyi juga harus lebih benar lagi. Dan kebetulan hari ini aku sakit, jadi ini benar-benar lebih menguras energi buat melebihi power-nya,” ungkap Jenn.

Ia juga menambahkan bahwa materi yang padat menuntut fokus yang tinggi dari setiap penyanyi untuk bisa memahami dan menjiwai esensi dari setiap karya yang dibawakan.
Pihak Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY menyatakan siap memberikan pendampingan terbaik sepanjang proses latihan berlangsung. Dalam kesempatan tersebut, Maulana selaku perwakilan dinas turut memberikan motivasi agar para peserta tidak menyia-nyiakan momentum berharga ini.
“Ini kesempatan teman-teman untuk menunjukkan bakat. Manfaatkan kesempatan ini semaksimal mungkin, sehingga nanti apa pun hasilnya, apa yang sudah teman-teman berikan pasti akan kembali ke diri sendiri dan memberikan manfaat yang luar biasa,” tutur Maulana.
Melalui persiapan yang matang dan komitmen penuh dari seluruh pihak, keempat delegasi Gita Bahana Nusantara (GBN) DIY 2026 ini diharapkan tidak hanya tampil memukau di panggung nasional, tetapi juga mampu menjadi duta berbakat yang merepresentasikan keunggulan talenta daerah lewat seni. Langkah awal yang dimulai ini menjadi pijakan penting bagi mereka untuk mengukir prestasi, sekaligus membuktikan bahwa Daerah Istimewa Yogyakarta tidak pernah kehabisan talenta muda berbakat yang siap mengharumkan nama daerah di kancah nasional.