(Yogyakarta, 19/06/2026) — Gelaran tahunan yang paling dinanti oleh pencinta kuliner dan budaya lawasan, Pasar Kangen 2026, bersiap untuk kembali menyapa masyarakat. Memasuki tahap persiapan akhir, pihak panitia resmi membuka proses registrasi ulang bagi para pelaku usaha kuliner tradisional, kerajinan, dan barang lawasan yang telah dinyatakan lolos seleksi tahap awal. Proses ini berlangsung di Amphitheater, Taman Budaya Yogyakarta, pada Kamis (18/06).
Proses persiapan Pasar Kangen dimulai dengan registrasi ulang bagi seluruh peserta Pasar Kangen yang lolos seleksi. Dalam agenda tersebut, para peserta datang langsung ke lokasi dengan membawa berkas kelengkapan administrasi, melakukan penyelesaian pembayaran kontribusi, dan kemudian menerima QR code resmi sebagai penanda kepesertaan. Setelah proses administrasi rampung, sejumlah peserta langsung memanfaatkan momen tersebut untuk meninjau lapangan dan mengecek posisi stan (tenant) mereka masing-masing.

Setiap tahunnya, Pasar Kangen selalu membuktikan dirinya bukan sekadar pasar malam biasa, melainkan sebuah mesin waktu yang membawa setiap pengunjung melintasi ruang nostalgia. Begitu melangkah masuk, suasana khas masa lalu dipastikan akan langsung menyergap lewat aroma harum kuliner tradisional dan deretan stan yang menjajakan memori lama.
Di tengah gempuran kuliner modern, Pasar Kangen berkomitmen menjadi rumah bagi makanan tradisional yang kini semakin jarang dijumpai dalam keseharian. Tak heran jika keberadaan jajanan legendaris selalu menjadi daya tarik utama yang paling diburu pengunjung untuk menemukan kembali cita rasa masa kecil mereka.
Semangat merawat memori ini dirasakan langsung oleh Wijayanti, salah satu pelapak yang konsisten menyemarakkan acara dengan menu legendarisnya, Es Camcau. Bagi Wijayanti, Pasar Kangen bukan sekadar tempat bertemunya penjual dan pembeli, melainkan sebuah gerakan nyata dalam nguri-uri kabudayan (melestarikan kebudayaan) melalui jalur diplomasi meja makan.
“Di sini memang diperuntukkan untuk makanan-makanan yang jadul. Istilahnya untuk mengangkat, nguri-uri kabudayan. Pasar Kangen sangat melestarikan makanan yang alami, yang terbuat dari bahan di sekitar kita,” ujar Wijayanti.

Selain kuliner tradisional, terdapat pula stan barang-barang antik (vintage) yang siap memanjakan para pencinta rupa lawas dari berbagai daerah. Salah satunya adalah Satria Effendi, yang menyatakan antusiasmenya untuk kembali menyemarakkan gelaran tahun ini. Satria bersiap memboyong koleksi terbaiknya berupa jam tangan vintage original.
“Besok saya akan ikut serta memamerkan dan berjualan di sana. Saya bawa semua barang-barang terbaik saya ke Pasar Kangen,” kata Satria.
Bagi Satria, Pasar Kangen adalah momentum emas yang dinantikan setiap tahunnya, baik oleh para pelapak kreatif maupun masyarakat luas di seluruh penjuru tanah air.
Pada gelaran kali ini, kehadiran Pasar Kangen juga akan dimanfaatkan secara optimal oleh para kolektor untuk memperlihatkan kembali berbagai koleksi lawas kepada generasi muda. Deretan stan rencananya akan dipenuhi oleh barang-barang cetak dan audio historis yang kini sudah sangat langka di pasaran, seperti kaset pita, piringan hitam, poster-poster ikonik, hingga majalah dan media cetak lama.
Kehadiran barang-barang ini diprediksi akan kembali menarik perhatian besar dari pengunjung milenial dan Gen Z, berkaca dari pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya di mana banyak dari mereka yang sengaja berhenti untuk sekadar melihat, membaca sekilas, atau berdiskusi langsung dengan pemilik stan mengenai latar belakang sejarah benda-benda tersebut.
Lewat kurasi ketat yang menyuguhkan jajanan legendaris, kerajinan tangan tradisional, hingga deretan barang lawasan, event ini berhasil membuktikan bahwa nilai-nilai tradisi masih memiliki daya pikat yang luar biasa kuat di tengah gempuran modernisasi. Pasar ini terbukti mampu menarik minat dan antusiasme dari generasi lintas usia, mulai dari generasi tua yang ingin melepas rindu, hingga generasi muda yang penasaran dengan akar budayanya.
Dengan semangat kebersamaan dan konsistensi yang terus terjaga, Pasar Kangen semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu ikon acara tahunan yang paling ditunggu di Yogyakarta. Acara ini menjadi bukti bahwa budaya dan tradisi tidak akan pernah usang selama diberikan ruang gerak dan apresiasi yang tepat.