Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara I dalam Lomba Paduan Suara dan Line Dance yang telah berlangsung sekitar satu bulan lalu. Pencapaian tersebut menjadi salah satu sorotan utama dalam rangkaian perayaan puncak Hari Jadi ke-271 DIY yang digelar meriah di Pendopo Wiyatapraja, Kompleks Kepatihan, Kamis (9/4/2026).
Keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan internal instansi, tetapi juga menunjukkan komitmen Dinas Kebudayaan DIY dalam melestarikan sekaligus mengembangkan seni budaya di tengah masyarakat. Dalam penampilan puncak perayaan, tim paduan suara Dinas Kebudayaan tampil memukau dengan membawakan Mars Pemda DIY secara khidmat dan harmonis. Lagu tersebut menggema di seluruh area pendopo, menciptakan suasana penuh semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap daerah.

Tak hanya itu, penampilan dilanjutkan dengan atraksi line dance yang enerjik dan kompak. Gerakan yang selaras serta ekspresi penuh semangat dari para peserta berhasil menghibur tamu undangan maupun masyarakat yang hadir. Penampilan tersebut sekaligus menjadi simbol kolaborasi antara tradisi dan modernitas yang diusung dalam perayaan Hari Jadi DIY tahun ini.
Puncak peringatan Hari Jadi ke-271 DIY memang dirancang sebagai ajang kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat. Berbagai kegiatan turut meramaikan acara tersebut. Salah satunya adalah lomba tumpeng yang diikuti oleh berbagai instansi dan komunitas. Tumpeng-tumpeng yang disajikan tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga sarat makna filosofis tentang rasa syukur dan kebersamaan.

Selain itu, kehadiran pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal turut memberikan warna tersendiri dalam perayaan ini. Stan-stan UMKM yang tersebar di kawasan kompleks Kepatihan menawarkan beragam produk, mulai dari kuliner khas hingga kerajinan tangan. Kehadiran UMKM ini menjadi bentuk dukungan nyata terhadap perekonomian lokal sekaligus memperkenalkan kekayaan produk daerah kepada masyarakat luas.
Yang tak kalah menarik, panitia juga menyediakan angkringan gratis bagi masyarakat yang hadir. Fasilitas ini disambut antusias oleh pengunjung yang datang dari berbagai kalangan. Suasana santai khas Yogyakarta terasa kental, di mana masyarakat dapat menikmati hidangan sederhana sambil bercengkerama dan menikmati rangkaian acara.
Momentum perayaan ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat identitas daerah. Prestasi yang diraih Dinas Kebudayaan DIY dalam lomba paduan suara dan line dance menjadi bukti bahwa semangat berkarya dan berbudaya terus hidup dan berkembang.

Dengan semangat Hari Jadi ke-271, DIY diharapkan semakin maju tanpa meninggalkan akar budaya yang telah menjadi jati dirinya. Perayaan ini pun tidak sekadar menjadi seremoni, melainkan juga ruang ekspresi dan apresiasi bagi seluruh elemen masyarakat.