(Yogyakarta, 01/09/2026) — Dewan Pengurus Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar Lomba Paduan Suara Antarperangkat Daerah di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta (TBY), Senin (31/08). Mengusung tema “Berlagu, Bersatu, Berpadu”, ajang ini diikuti oleh 37 kontingen dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Balai Pendidikan di lingkungan Pemda DIY. Kegiatan tahunan tersebut tidak sekadar menjadi ajang unjuk bakat olah vokal bagi para aparatur sipil negara (ASN), melainkan dirancang sebagai sarana strategis untuk mempererat silaturahmi dan kekompakan.
Libatkan Juri Nasional dan Pembina GBN
Untuk menjamin mutu serta objektivitas penilaian, panitia menghadirkan juri berkaliber nasional yang juga merupakan pembina Gita Bahana Nusantara (GBN). Dewan juri tersebut terdiri atas komposer dan konduktor Pancasona Adji, S.Sn., solois sopran sekaligus akademisi ISI Yogyakarta, Linda Sitinjak, S.Sn., M.Sn., serta praktisi musik Christina Nooraida Haryanti, M.Sn.
Nantinya, dewan juri akan menetapkan 10 pemenang yang meliputi Juara I hingga V serta Juara Harapan I hingga V. Pengumuman pemenang dijadwalkan berlangsung pada puncak Peringatan Hari Keistimewaan DIY, 12 September 2026 mendatang.
Asah Kepekaan Rasa dan Nilai Kesrawungan
Ketua Bidang Kerohanian, Olahraga, Seni, dan Budaya Dewan Pengurus KORPRI DIY, Dian Lakshmi Pratiwi, S.S., M.A., dalam laporannya menyampaikan bahwa tema yang diangkat merefleksikan filosofi mendalam dalam pengabdian ASN.
“Berlagu adalah ikhtiar kolektif kita untuk menciptakan keindahan selaras dengan semangat Hamemayu Hayuning Bawono. Sementara Bersatu dan Berpadu menjadi wujud tekad kita menyatukan hati dan tenaga agar senantiasa melayani masyarakat dalam harmoni dan sinergi,” ujar Dian.

Dian menambahkan, seiring dengan meningkatnya ekspektasi publik terhadap kinerja birokrasi, aparatur pemerintah kini tidak hanya dituntut memiliki kecakapan rasional dan teknis, melainkan juga kepekaan rasa (olah roso). Paduan suara dipandang sebagai media yang efektif dalam mengasah empati, kedisiplinan, kekompakan, hingga sportivitas para pegawai.
Pemilihan Concert Hall TBY pun ditujukan untuk memberi ruang istimewa bagi para abdi negara. “Kami ingin ASN merasakan atmosfer panggung berkelas dunia. Hari ini, Anda semua adalah bintangnya,” tutur Dian, seraya menegaskan bahwa nilai kesrawungan antarinstansi menjadi capaian terpenting melampaui gelar juara.
Paduan Suara sebagai Refleksi Tata Kelola Pemerintahan
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah (Sekda) DIY sekaligus Ketua Dewan Pengurus KORPRI DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, S.T., M.T., menekankan pentingnya nilai keselarasan dalam paduan suara sebagai refleksi tata kelola organisasi pemerintahan. Baginya, aktivitas bernyanyi bersama mengandung filosofi yang lekat dengan dinamika kerja aparatur sipil negara.
“Paduan suara memiliki makna menarik jika dikaitkan dengan kehidupan organisasi. Paduan suara yang indah lahir dari harmoni. Keharmonisan tercipta ketika setiap orang mampu saling mendengar, memahami peran, menjaga tempo, serta bergerak dalam irama dan tujuan yang sama,” ungkap Ni Made.

Prinsip keharmonisan itu, lanjut Ni Made, menjadi bekal penting dalam menjalankan roda birokrasi dan pelayanan publik sehari-hari.
“Demikian pula dalam KORPRI dan pelaksanaan tugas kita sebagai aparatur pemerintah. Setiap individu memiliki tugas, fungsi, dan tanggung jawab berbeda, tetapi semuanya harus bersinergi serta menyelaraskan langkah untuk mewujudkan tujuan bersama: memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan mendukung tata kelola pemerintahan yang semakin baik,” sambungnya.
Antusiasme dan Semangat Kontingen di Atas Panggung
Selepas rangkaian arahan tersebut, pembukaan lomba diresmikan secara simbolis melalui pemukulan kenong oleh Ni Made Dwipanti Indrayanti bersama jajaran kepala OPD, yang diiringi hitungan mundur meriah oleh seluruh hadirin.
Perlombaan langsung dimulai dengan penampilan kontingen nomor urut pertama dari Biro Organisasi Setda DIY. Mengenakan seragam batik KORPRI yang dipadukan dengan bawahan hitam, kontingen pembuka tersebut tampil kompak dan khidmat membawakan lagu wajib Mars KORPRI serta lagu daerah pilihan Padhang Bulan.
Antusiasme dan keseruan serupa turut ditunjukkan oleh kontingen lainnya, salah satunya adalah Balai Pendidikan Menengah (Dikmen) Kota Yogyakarta. Di tengah padatnya tugas administrasi pendidikan, para pegawai menyempatkan diri berlatih intensif demi menampilkan performa optimal.

Kepala Subbagian Tata Usaha Balai Dikmen Kota Yogyakarta, Atik Fatmawati, menuturkan bahwa timnya telah bersiap sejak sepekan sebelumnya. “Untuk mengikuti lomba paduan suara ini, kami telah berlatih sejak seminggu yang lalu dengan menyiapkan dua lagu, yaitu Mars KORPRI dan Rujak Uleg,” ujar Atik.
Bagi Atik, perhelatan seni ini memberi warna tersendiri bagi dinamika lingkungan kerja, sekaligus menjadi sarana mencairkan kejenuhan di tengah rutinitas tugas harian.
Rangkaian Lomba Paduan Suara KORPRI DIY ini membuktikan bahwa di balik kesibukan tugas birokrasi, tersimpan potensi seni dan semangat kebersamaan yang kuat dari para abdi negara. Melalui harmoni suara dan gerak di atas panggung Concert Hall TBY, kompetisi ini tidak hanya menjadi panggung unjuk bakat, tetapi juga momentum memperkokoh soliditas, mempererat persaudaraan, dan mengokohkan komitmen pelayanan publik yang lebih humanis bagi masyarakat Yogyakarta.